Candaan Bernada Rasis Membuat Bernardo Silva Diskors Satu Pertandingan

Liga Inggris – FA atau Federasi sepak bola Inggris baru saja melayangkan hukuman untuk gelandang sayap Manchester City, Bernardo Silva terkait guyonan rasis yang dia berikan kepada rekan satu timnya, Benjamin Mendy.

Pada bulan September kemarin Bernardo melalui akun Twitter miliknya memposting gambar Mendy yang disandingkan dengan karakter Conguitos, sebuah merk cokelat dari Spanyol dan Portugal.

Mendy kemudian menanggapi cuitan rekan satu timnya tersebut dengan emoticon tertawa. Akan tetapi untuk beberapa netizen, beranggapan bahwa guyonan Bernardo itu menjurus ke arah rasisme.

Hanya berselang beberapa menit usai foto tersebut diunggah, Bernardo lantas menghapusnya seraya menuliskan, “Kini bercanda dengan teman pun tidak bisa. Kalian sungguh keterlaluan.”

Setelah itu FA mulai menggelar penyelidikan terhadap kasus ini dan mereka pun resmi mengeluarkan keputusan hukuman kepada bekas pemain AS Monaco hari Rabu (13 November 2019).

Melalui laman resmi FA, mereka menyatakan jika Bernardo mendapatkan skors satu pertandingan ditambah dengan denda sebesar 50 ribu poundsterling serta kewajiban menjalani pendidikan tatap muka.

“Tidak sedikit orang yang merasa tersinggung oleh konten itu. Si pemain sendiri tak punya maksud menjadikan unggahan itu untuk menghina atau bentuk rasis apa pun. Sangat jelas jika tweet itu dimaksudkan tak lebih dari candaan antara sahabat dekat,”

“Akan tetapi ini bukan komunikasi antar dua kawan. Postingan ini berada di media sosial yang disebar kepada 600 ribu pengikut dari pesepakbola profesional terkenal dan dihormati,”

Sebenarnya Bernardo Silva sempat berada di bawah ancaman larangan bertanding enam kali karena cuitan itu. Akan tetapi pengakuan yang dilakukan Bernardo, tindakan kooperatif serta catatan bersih di masa lalu menjadikan sanksi Bernardo pun dikurangi jadi satu partai saja.

Cetak Gol, Son Heung-min Sedih saat Selebrasi Gol

Liga Inggris – Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min, menunjukkan ekspresi wajah yang ‘tidak biasa’ setelah berhasil mencetak gol ke gawang Crvena Zvezda.

Son Heung-min menjadi pemain Tottenham Hotspur yang paling mencuri perhatian dalam pertandingan melawan Crvena Zvezda dalam pertandingan lanjutan Liga Champions di Stadion Rajko Mitic, Kamis (7 November 2019).

Pasalnya, Son Heung-min berhasil mempersembahkan dua dari empat gol kemenangan The Lilywhites. Son Heung-min berhasil merobek gawang Crvena Zvezda pada menit ke-57 dan 61′.

Namun, bukan karena aksinya saja yang membuat pemain asal Korea Selatan itu menjadi bintang dalam pertandingan dinihari tadi. Namun juga sikap yang ditunjukkan Son selepas mencetak gol pertamanya untuk The Lilywhites.

Bukannya melakukan selebrasi bahagia, Son justru menunjukkan sikap yang tidak biasa dengan pesepak bola umumnya yang berhasil mencetak gol. Pada awalnya, Son tampak tersenyum bersama rekan-rekannya untuk merayakan golnya.

Namun setelah itu, mantan pemain Bayer Leverkusen ini menatap kamera sambil menunjukkan gestur meminta maaf yang terlihat sedih. Saat ditanya usai pertandingan, Son menjelaskan maksud selebrasinya tersebut.

“Beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang sangat berat untuk saya. Saya ingin meminta maaf atas insiden dan situasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, saya sangat menyesal,” ujar Son Heung-min.

Permintaan maaf Son ini terkait dengan tindakannya yang sudah membuat cedera Andre Gomes dalam pertandingan Tottenham Hotspur melawan Everton pada Minggu (3 November 2019). Saat itu Son melakukan tekel yang membuat Gomes hilang keseimbangan dan berakibat Gomes bertabrakan dengan bek The Lilywhites, Serge Aurier. Insiden tersebut membuat ankle Andre Gomes mengalami dislokasi dan sang pemain langsung dilarikan ke rumah sakit.

Son Heung-Min Menangis Atas Tekelnya ke Andre Gomes

Liga Inggris – Striker Tottenham Hotspur, Son Heung-Min sangat menyesal setelah melakukan tekel horor pada gelandang Everton, Andre Gomes. Bahkan pemain berkebangsaan Korea Selatan itu tak berhenti menangis sepanjang pertandingan.

Son Heung-Min terlihat sangat menyesal karena tekelnya diyakini menyebebkan Gomes mengalami cedera parah, yaitu patah kaki, pada menit ke-79. Gara-gara tekelnya tersebut, Son diusir keluar karena kartu merah oleh wasit Martin Atkinson.

Son awalnya akan mendapatkan kartu kuning setelah menekel Andre Gomes dari belakang. Saat terjatuh, Gomes bertubrukan dengan Serge Aurier, yang diduga memperparah efek cederanya. Saat melihat cedera Gomes parah, Son akhirnya menerima kartu merah dari wasit, dengan bantuan VAR.

Son terlihat sangat sedih ketika meyaksikan akibat tekel yang dia lakukan kepada Andre Gomes. Dia bahkan terlihat harus ditenangkan oleh beberapa pemain Tottenham Hotspur dan Everton lainnya.

Gomes kemudian dibawa keluar lapangan oleh tim medis The Toffees setelah menerima perawatan beberapa menit. Beberapa pemain Everton, termasuk kapten Seamus Coleman yang pernah mengalami patah kaki, berbicara dan berusaha memenangkan Gomes. Mantan gelandang Valencia dan Barcelona tersebut kemudian dibawa ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit.

Seperti dilansir dalam Portal Info Sepakbola Indonesia, rekan setim Son di Tottenham Hotspur, Dele Alli, mengatakan bahwa mantan pemain Bayer Leverkusen itu terlihat “hancur” karena menyesal, di ruang ganti. Son Heung-Min juga sudah meminta maaf kepada Gomes atas kejadian tersebut.

Dele Alli mengatakan Son Heung-Min benar-benar sangat menyesal dengan apa yang terjadi. “Son terlihat sangat putus asa dan menangis. Ini bukan salahnya. Son adalah salah satu pria paling baik yang pernah kalian tahu. Dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, dia terus menangis” kata Dele Alli.

Skuat Sementara Timnas Jerman Untuk Piala Dunia 2018

Timnas Jerman sama seperti tim lain yang secara resmi menyampaikan informasi terkait skuat sementara yang dipersiapkan untuk pargelaran Piala Dunia 2018. Dari total 28 pemain yang dipanggil Joachim Loew, terdapat nama Marco Reus dan Manuel Neuer.

Masuknya nama Neuer terbilang sangat mengejutkan. Sebab, penjaga gawang berusia 32 tahun sepanjang musim ini mengalami cedera. Total sang kiper hanya bermain sebanyak tiga kali bersama Bayern Munchen, Neuer pun hingga saat ini belum sembuh 100 persen.

Pada posisi penjaga gawang, Loew memasukan nama lain seperti Brend Leno, Marc-Andre Ter Stegen dan Kevin Trapp. Tak berbeda dengan Neuer, Marco Reus juga kembali dipanggil ke timnas Jerman.

Reus juga banyak menderita cedera. Tapi, dia sudah sembuh di fase akhir musim 2017/18 bersama Borussia Dortmund. Reus pun berhasil menarik kepercayaan sang pelatih dengan tampil apik di sisa musim Bundesliga.

Berikut daftar skuat sementara Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2018:

Skuat Sementara Jerman

Jika membedah apa yang ada, tidak terdapat nama sang pahlawan Piala Dunia 2014, Mario Gotze. Pemain Dortmund memang tidak tampil apik pada musim ini. Tapi, Goetze merupakan pemain favorit Loew. Goetze adalah pahlawan penentu kemenangan Jerman di final Piala Dunia 2014 kontra Argentina.

Meski demikian, tetap saja Loew tidak memberikan kesempatan kepada sang pemain lantaran lebih mementingkan tim yang bersiap terbang ke Rusia pada bulan Juni mendatang. Adapun Jerman tergabung di Grup F Piala Dunia 2018, mereka akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju ke babak 16 besar dengan Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan.

Cahill Berharap Tembus Skuat Inggris Di Piala Dunia 2018

Palang pintu Chelsea Gary Cahill masih belum putus harapan untuk membela tim nasional Inggris di Piala Dunia 2018.

Bek berusia 32 tahun itu tidak diikutsertakan oleh pelatih Inggris Gareth Southgate ke dalam skuat terakhir saat jeda internasional Maret kemarin, yang mana The Three Lions menghadapi Belanda dan Italia.

Kapten Chelsea itu baru saja berhasil mengantarkan klubnya lolos ke babak final Piala FA usai menghantam Southampton dengan skor dua gol tanpa balas di Wembley, dan ia sangat yakin bisa mendapatkan kembali posisinya di level tim nasional usai mencatatkan empat performa beruntun bersama The Blues.

“Segalanya masih memungkinkan saat anda bermain, dan itulah kenapa saya merasa gembira untuk kembali bermain,” ujcar Cahill dikutip dari Sky Sports News. “Mari kita tunggu saja apa yang terjadi pada akhir musim.

“Kami [Chelsea] sudah sampai di babak final Piala FA, sementara Piala Dunia tak lama lagi akan bergulir. Mari kita tunggu dan melihat.”

Ia menambahkan: “Saya fit dan saya merasa siap untuk dimainkan. Saya tak merasa jika saya harus memberikan bukti apa pun. Saya sudah melakukannya, lagi dan lagi,” tegasnya.

Korea Selatan Siap Rilis Skuat Untuk Piala Dunia 2018

Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) akan merilis skuat yang dibawa tim nasional Korea Selatan dalam menghadapi pertarungan Piala Dunia 2018 pada 14 Mei 2018.

Pada kompetisi Piala Dunia 2018 Korea Selatan di bawah arahan manajer Shin Tae-yong bakal membawa setidaknya 23 pemain. Nantinya pemain-pemain itu bakal melakoni pemusatan latihan di Pusat Sepak Bola Nasional di Paju, Gyeonggi.

Manajer tim sekarang ini konon kabarnya memasuki tahap akhir pemilihan pemain. Beberapa waktu lalu dia menonton dua pertandingan di K-League 1 untuk memantau pemain, yaitu dalam pertandingan antara FC Seoul vs Daegu FC (21/4/2018) serta duel di K-League 2 mempertemukan Asan Mugunghwa FC kontra Seoul E-Land (22/4/2018).

Manajer berusia 49 tahun tersebut juga rencananya akan bertolak ke Jepang guna menyaksikan pertandingan J1-League antara Sagan Tosu versus Gamba Osaka. Ada sosok bek tengah, Jeong Seung-hyeon, yang kini memperkuat Sagan Tosu.

Usai mengonfirmasi skuat pada 14 Mei 2018, Korea Selasan dijadwalkan melakoni dua partai ujicoba sekaligus pemanasan jelang bertempur di Rusia.

Lawan yang bakal mereka lawan ialah Honduras, berlangsung pada 28 Mei 2018 di Daegu dan juga menghadapi Bosnia tiga hari kemudian di Jeonju.

Sesudahnya The Taeguk Warriors bakal bertolak ke Austria untuk kembali melakukan partai persahabatan, kali ini menghadapi Bolivia pada 7 Juni 2018 disusul melawan Senegal pada 11 Juni 2018.

Timnas Korea Selatan bakal terbang ke markas selama Piala Dunia Rusia 2018, yakni di St. Petersburg, pada 12 Juni 2018. Pada pesta bola empat tahunan itu Korea Selatan berada di Grup F bersama juara bertahan Jerman, Swedia, dan Meksiko.

Harapan Mohamed Salah Usai Raih Gelar Pemain Terbaik PFA

Penyerang sayap tumpuan Liverpool, Mohamed Salah, baru saja merengkuh gelar sebagai pemain terbaik musim 2017-2018 dari Professional Footballer’s Association (PFA) atas performa gemilangnya sepanjang musim 2017-2018 ini.

Sebagai informasi bila striker kelahiran Mesir tersebut berhasil mengalahkan lima calon kuat lainnya di antaranya adalah Kevin de Bruyne (Man City), Harry Kane (Tottenham Hotspur), Leroy Sane (Man City), David Silva (Man City), dan David de Gea (Man Utd).

Eks bintang AS Roma ini menjadi pesepakbola Mesir pertama yang memenangi gelar itu. Setelah meraihnya, dia mengungkapkan harapan terpendam.

“Semoga saja bukan saya satu-satunya pemain Mesir yang meraih penghargaan tersebut. Saya telah bekerja ekstra keras dansudah bekerja keras dan sangat bangga karenanya,” tutur Salah.

Bukannya tanpa alasan Salah mampu menyabet gelar itu. Winger yang pernah memperkuat Chelsea itu tampil ciamik sepanjang musim ini baik di kompetisi domestik ataupun internasional.

Usai berhasil meloloskan negaranya ke Piala Dunia 2018, ia membawa Liverpool mencapai babak empat besar Liga Champions. Secara keseluruhan 41 gol dia buat di berbagai kompetisi pada musim 2017-2018.

Peluang Prancis Juara Piala Dunia 2018 Terbuka Lebar

Mantan bintang Arsenal dan tim nasional Prancis, Robert Pires, angkat bicara tentang kans negaranya di turnamen Piala Dunia 2018 Rusia. Ia sendiri merasa cukup optimis jika Les Bleus bisa mengulang momen keemasan tahun 1998 ketika menjadi juara.

Pires berbicara soal peluang timnas Perancis pada pesta olahraga empat tahunan tersebut sesaat setelah konferensi pers Internasional Champions Cup 2018 di Art Science Museum, Singapura, Selasa (17/4/2018) WIB berakhir.

Pria dengan kemampuan free kick mematikan ketika masih aktif bermain itu menyebutkan bahwa Prancis merupakan salah satu tim unggulan juara Piala Dunia. Bersama dengan Australia, Peru dan Denmark di Grup C, Tim Ayam Jantan besar kesempatan lolos dari babak grup.

Prancis yang sekarang sudah berkembang menjadi kesatuan yang sangat kuat dengan berisikan para pemain muda berbakat serta pelatih hebat. “Bersama Jerman, Spanyol dan Brasil, kamip diperkuat pemain potensial dan juga manajer hebat,” ujar Pires.

Walau demikian Pires sulit memperkirakan seperti apa persisnya perjalanan Les Bleus di Rusia.

“Saya tak tahu bagaimana prosesnya nanti karena Piala Dunia 2018 ini bakal amat berat. Tetapi kesempatan Prancis dalam merengkuh trofi juara terbuka,” lanjutnya.

Pires menyarankan negaranya supaya bisa menyatukan kekuatan pemain muda dan pilar berpengalaman. Bersama manajer Didier Deschamps, timnas Prancis mendapatkan serentetan hasil positif dalam pertandingan ujicoba terakhir.

Setahun belakangan ini Hugo Lloris dan kolega sudah menundukkan mengalahkan Inggris, Belanda, Wales dan Rusia.

Jelang Final Liga Champions, Allegri Alami Cedera

Untungnya, sebagaimana dikonfirmasi sang manajer, cedera otot yang dia alami tidak terlampau serius, sehingga tidak akan mengganggu nasibnya di final Liga Champions nanti.

Jelang Final Liga Champions, Allegri Alami Cedera

Partai final Liga Champions Eropa akan berlangsung akhir pekan ini, Minggu dinihari WIB (04/06). Nah, jelang partai pamungkas yang berlangsung di Cardiff tersebut, ada kabar yang mencemaskan para tifosi klub terkait dengan cedera. Tapi uniknya, cedera bukan dialami salah seorang pemain Bianconneri, melainkan sang manajer, Massimiliano Allegri.

Sebagaimana diketahui, Juventus tidak lagi memiliki pertandingan untuk dimainkan setelah kemenangan atas Crotone di Giornata pamungkas Serie A Italia akhir pekan kemarin. Jadwal kosong ini dimanfaatkan Bianconneri untuk melakukan sesi latihan Intens, tapi tetap menjaga kebugaran fisik para pemain utama andalannya yang akan bermain di partai final nanti.

Memang, tidak ada kabar cedera yang menimpa salah seorang pemain Bianconneri sejauh ini, namun di lain sisi justru pelatih Massimiliano Allegri yang dikabarkan mengalami cedera. Cedera tersebut menimpa sang Allenatore saat menghadiri acara olahraga bertajuk La Partita del Cuore. Ia meninggalkan lapangan sambil memegangi paha kanan.

Allegri sendiri kemudian membenarkan kabar ini, tapi dia bisa memastikan bahwa cedera tersebut tidak serius, hanya faktor usia saja.

“Apakah ini cuma candaan? Tentu saja tidak, saya sedang bersenang-senang dan kemudian cedera, untungnya hanya otot. Anda bisa berusaha menantang semuanya, kecuali usia!” Kata eks pelatih AC Milan ini kepada reporter.

Allegri sendiri memang merupakan mantan pemain sepakbola, dimana saat masih aktif dulu dia bermain sebagai seorang gelandang, dan pernah membela Pescara, Cagliari, Perugia dan Napoli.

Kejeniusannya dalam meramu taktik adalah salah satu kunci keberhasilan Juventus dalam tiga musim terakhir, yang mencicipi dua partai final Liga Champions Eropa, merengkuh tiga scudetto beruntun dan coppa italia dalam jumlah yang sama.

Donnarumma Sudah Jatuh Cinta dengan AC Milan

Dikatakan Sang Allenatore, bahwa kiper muda Italia itu telah menjelma menjadi salah satu pilar penting AC Milan, namun situasinya saat ini memang berbeda, menyusul kegemilangan Donnarumma yang membuat sejumlah pihak semakin tertarik.

Donnarumma Sudah Jatuh Cinta dengan AC Milan

Pelatih AC milan, Vincenzo Montella, sama sekali tidak mencemaskan situasi kiper andalannya, Gianluigi Donnarumma yang belakangan ini diyakini bakal menimbang opsi hengkang. Eks pelatih Fiorentina yakin, kiper berusia 18 tahun tersebut sudah terlanjur jatuh cinte kepada Rossoneri,

Sebagaimana diketahui, semenjak kemunculannya di tim utama AC Milan pada tahun 2015 lalu, di usia 16 tahun, Donnarumma memang sudah menarik perhatian banyak raksasa Eropa. Sang pemain kemudian tampil gemilang dan menjadi andalan utama Rossoneri sejak tahun 2016 lalu kemudian juga menjadi kiper kedua setelah buffon di Tim Nasional Italia. Pantas saja, dia semakin diminati raksasa-raksasa Eropa.

Para Peminat Donnarumma dipercaya akan mulai bergerak mendekati sang pemain pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Sedangkan, Donnarumma sendiri belum juga menegaskan dimana dia akan berkarir musim depan, bahkan agen transfernya, Mino Raiola, mengungkap bahwa kliennya tetap menimbang segala opsi pada bursa transfer musim panas ini.

Terlepas dari pernyataan sang Agen, Pelatih Milan, Vincenzo Montella, berujar bahwa Donnarumma tidak akan segan bertahan di San Siro, itu karena kecintaanya pada klub.

“Ia adalah anak muda yang jatuh cinta pada Milan, Anda bisa melihatnya sendiri, Setelah itu, ada beberapa situasi yang berbeda. Donnarumma sudah menjadi pemain penting untuk Milan. Sudah pasti, ia merupakan pilar utama tim ini,” ungkap Montella pada Premium Sport.

Sebagai informasi, saat ini Kontrak Donnarumma hanya bertahan sampai Musim panas tahun 2018 mendatang, sehingga tak heran, spekulasi masa depannya kian mengemuka. Untuk mendesaknya, Milan diklaim sempat mengultimatum – mengancam bakal mencadangkan sang kiper musim depan jika tak meneken kontrak segera sebelum tanggal 30 Juni mendatang.