Pablo Zabaleta Resmi gabung West Ham United

Bek kanan asal Argentina itu mengaku sangat bahagia karena The Hammers telah mengizinkan dirinya untuk tetap bermain di ajang Liga primer Inggris. Diakui juga oleh Zabaleta bahwa karirnya di Manchester City benar-benar telah berakhir, namun dia tetap bangga.

Pablo Zabaleta Resmi gabung West Ham United

Tidak butuh waktu lama bagi Pablo Zabaleta untuk menyandang status sebagai ‘pengangguran’ , hanya beberapa hari saja berselang usai mengakhiri statusnya sebagai pemain Manchester City, pemain Internasional Argentina tersebut sudah mendapatkan klub baru. Ya, pemain berusia 32 tahun tersebut baru saja resmi bergabung dengan West Ham united.

Sebagaimana diketahui, Zabaleta memang telah mengambil keputusan penting dalam karirnya saat dikonfirmasi akan meninggalkan Manchester city beberapa hari yang lalu, tepatnya pada partai terakhir Liga primer yang dimainkan Citizen arahan Pep Guardiola. Bek kanan berusia 32 tahun telah memutuskan untuk pergi dari Etihad Stadium, menyudahi perjalanan karirnya selama sembilan tahun sebagai penggawa Citizen.

Seiring dengan keputusan ini, banyak sekali rumor yang beredar di media-media inggris tentang klub tujuan Zabaleta musim depan. Tapi tak lama berselang, Zabaleta akhirnya mengambil keputusan dengan menerima pinangan dari klub london, West Ham United. Ya, sang pemain resmi direkrut oleh The Hammers dengan ikatan kontrak selama dua tahun ke depan.

Zabalet sendiri mnegaku senang atas tercapainya kesepakatan ini dan berharap bisa banyak membantu West Ham United musim depan.

“Saya berharap saya bisa memberikan momen-momen bagus. Saya ingin menikmati karier di klub baru ini. Terkadang tantangan baru dibutuhkan bagi seorang pemain. Saya merasa karier saya di City telah selesai. Sembilan tahun yang fanstastis, brilian. Sebagai pemain, saya juga ingin tetap bermain di Liga Primer dan saya siap untuk melakukannya,” kata bek kanan asal Argentina itu.

Zabaleta hanyalah satu dari lima pemain yang dipastikan pergi dari Etihad pada musim panas ini, empat yang lainnya adalah Bacary Sagna, Jesus Navas, Willy Caballero, dan Gael Clichy.

Lagi, Rooney dicoret Dari Skuat timnas Inggris

Pelatih Gareth Southgate memilih untuk tidak memasukkan nama sang kapten dalam skuat terbarunya, padahal pertandingan yang menanti The Three lions terbilang cukup penting, diantaranya lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan laga ujicoba kontra Prancis.

Lagi, Rooney dicoret Dari Skuat timnas Inggris

Pada awal bulan juni mendatang, Tim Nasional Inggris akan memainkan sejumlah pertandingan jeda Internasional yang terbilang cukup penting. Karenanya, the Three lions akhirnya memanggil 25 nama pemain yang akan mereka berangkatkan untuk laga-laga tersebut. Yang jadi sorotan utama adalah tidak dipanggilnya kembali kapten sekaligus penyerang United, Wayne Rooney.

Sebagaimana diketahui, Wayne Rooney memang telah menjabat sebagai kapten Timnas Inggris sejak Piala Euro 2016 kemarin, namun status tersbut tak lantas mewajibkan pelatih gareth Southgate untuk menyertakan bintang Manchester United itu dalam skuat arahannya. Terbukti, sejak Piala euro 2016 kemarin berakhir, ini adalah kali kedua Rooney dicoret dari skuat Timnas Inggris.

Disinyalir, alasannya adalah karena yang bersangkutan jarang bermain secara reguler bersama dengan United musim ini.

Skuat Inggris:

Kiper: Jack Butland (Stoke City), Fraser Forster (Southampton), Joe Hart (Manchester City), Tom Heaton (Burnley).

Bek: Ryan Bertrand (Southampton), Gary Cahill (Chelsea), Nathaniel Clyne (Liverpool), Aaron Cresswell (West Ham), Ben Gibson (Middlesbrough), Phil Jones (Manchester United), Chris Smalling (Manchester United), John Stones (Manchester City), Kieran Trippier (Tottenham), Kyle Walker (Tottenham).

Gelandang: Dele Alli (Tottenham), Eric Dier (Tottenham), Adam Lallana (Liverpool), Jesse Lingard (Manchester United), Jake Livermore (West Brom), Alex Oxlade-Chamberlain (Arsenal), Raheem Sterling (Manchester City).

Penyerang: Jermain Defoe (Sunderland), Harry Kane (Tottenham), Marcus Rashford (Manchester United), Jamie Vardy (Leicester City).

Real Madrid Dinilai takut Berhadapan Dengan Juventus

Hal itu dituturkan oleh salah seorang mantan pelatih Real Madrid dan Juventus, Fabio Capello. Dia sempat mendapatkan pertanyaan dari jajaran direktur Los Blancos terkait dengan lini pertahanan Juventus yang sulit dijebol. Capello sendiri yakin, partai nanti akan berlangsung berimbang.

Real Madrid Dinilai takut Berhadapan Dengan Juventus

Real Madrid dipastikan akan berhadapan dengan Juventus dalam partai final Liga Champions Eropa musim 2016/17 ini. Sebagai juara bertahan, Real Madrid di atas kertas lebih diunggulkan, namun belum lama ini muncul anggapan yang mengklaim bahwa kampiun La liga spanyol tersebut justru merasa takut berhadapan dengan tim arahan Massimiliano Allegri.

Sebagaimana diketahui, Juventus berhasil melangkah ke babak final Liga Champions Eropa musim ini setelah sebelumnya menyingkirkan tiga tim kuat, antara lain FC Porto , Barcelona dan AS Monaco di babak gugur. Sedangkan Real madrid dalam perjalanannya ke Final mengalahkan Napoli, Bayern Munchen dan terakhir Atletico Madrid.

Real Madrid di atas kertas lebih diunggulkan menang pada pertandingan final nanti, terlebih dari segi skuat kedua tim. Namun, Eks Pelatih Juve dan Madrid, Fabio Capello menilai bahwa Real Madrid justru merasa takut karena harus berhadapan dengan Juventus.

“Para direktur Real Madrid takut pada Juventus, Mereka bertanya kepada saya mengapa lini pertahanan Masimilliano Allegri sulit di bobol. Saya katakan pada mereka bahwa ini akan menjadi sebuah final yang seimbang, mungkin Madrid punya keunggulan di lini serang mereka,” kata Capello dalam sebuah wawancara kepada Fox Sport.

Pada laga nanti, Capello memprediksi bahwa Madrid masih akan sangat bergantung pada sosok Cristiano Ronaldo. Menurut mantan pelatih Real Madrid, sosok pemain asal Portugal tidak dipungkiri lagi masih menjadi faktor paling penting bagi timnya.

Adapun pertandingan tersebut sendiri akan berlangsung di Cardiff Stadium, Wales, pada Minggu dinihari mendatang, 4 Juni 2017.

Serie A Italia Harus Terbiasa Dengan Pemilik Asing

Pendapat itu datang dari salah seorang legenda AC Milan, Genaro Gattuso. Menurutnya, selama para investor asing datang dan membantu klub-klub Italia bisa lebih bersaing di Eropa, maka hal tersebut harus sangat diterima dengan tangan terbuka, dan Serie A juga harus terbiasa.

Serie A Italia Harus Terbiasa Dengan Pemilik Asing

Serie A Italia, dalam dua musim terakhir mulai didatangi sederet investor asing yang mengambil alih saham mayoritas dari sejumlah klub disana. Mengenai hal ini, Serie A Italia dinilai harus mulai terbiasa dengan kedatangan para investor dari luar Negeri.

Seperti diketahui, AS Roma yang belakangan secara konsisten finish sebagai runner up Serie A Italia telah diambil alih kepemilikannya oleh seorang investor asal Amerika Serikat. AC Milan juga belum lama sudah resmi dijual ke kelompok Investor asal tiongkok, menyusul rival sekotanya, Inter Milan yang lebih dulu telah menjalani kerja sama dengan Suning Group.

Kehadiran para Investor asing ini dipercaya akan menjadi kekuatan baru bagi sejumlah klub Italia, terutama dalam aktifitas mereka di bursa transfer untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Dan jika memang, kehadiran mereka itu tidak lain untuk meningkatkan kualitas klub-klub Italia dan menaikkan derajat Serie A itu sendiri, Legenda Milan, Genaro Gattuso, meminta agar kompetisi dan elemen-elemen di dalamnya terbiasa dengan kehadiran para investor asing.

“Ini adalah sebuah realita bahwa kami semua harus terbisa dengan mereka. Jika ini jadi satu-satunya cara untuk mengembalikan sepakbola kami ke level tertinggi di Eropa, saya senang dengan orang-orang Tiongkok, Kanada dan siapa pun yang datang untuk berinvestasi kepada klub-klub kami.” ujar Gattuso kepada Corriere di Bologna .

Lebih lanjut, Gattuso juga beranggapan bahwa klub-klub Italia harus mengikuti apa yang dilakukan Juventus selama ini, yang berhasil mendominasi Serie A selam enam musim terakhir secara beruntun.

“Hal terpenting adalah mengikuti jalur yang tepat. Itu diperlukan semacam passion , perencanaan dan organisasi. Apa yang Juve telah kerjakan patut diteladani sebagaimana mengikuti injil,” Tandasnya.

Ranieri mengaku Belum dihubungi Watford

Manajer asal Italia itu mengaku tidak paham mengapa Mazzarri sampai dipecat dari jabatannya sebagai manajer klub, pada watford sendiri dimiliki oleh orang asal Italia, dan pencapaian klub musim ini juga tidak terlalu buruk. Tapi terlepas dari itu, Ranieri juga mengaku tidak akan memberitahu jika memang dia akhirnya ditunjuk.

Ranieri mengaku Belum dihubungi Watford

Claudio Ranieri, mantan pelatih Leicester city ini mengaku sama sekali belum dihubungi oleh pihak Watford terkait dengan kemungkinan menukangi tim utama klub Liga Primer Inggris tersebut musim depan. Sebagaimana diketahui, Ranieri memang dianggap sebagai salah satu manajer yang paling berpotensi menjadi suksesor Walter Mazzarri Watford musim depan.

Ini juga tak terlepas dari prestasi yang dicatatkan manajer asal Italia saat membesut leicester City dan membawa klub tersebut menjuarai Liga Primer Inggris. Namun, Ranieri sendiri kepada Sky Sports mengaku bahwa dia belum dihubungi pihak watford sejauh ini, dan berbicara sedikit mengenai pemecatan mazzarri.

Mantan juru taktik AS Monaco juga mengatakan, dia akan sangat cermat dalam memilih klub baru yang akan dia tangani musim depan, karena berkaca dari pengalaman yang ia dapatkan saat masih menangani Leicester city. Seperti diketahui, Ranieri memang menerima perlakuan yang kurang mengenakkan dari the Foxes, dimana dirinya dipecat hanya selang semusim setelah membawa klub tersebut menjuarai Premier League pertama dalam sejarah mereka.

“Tidak [saya belum dihubungi Watford], namun jika iya, saya tidak akan bilang kepada Anda, Saya sangat terkejut [dengan pemberhentian] Mazzarri karena dia itu manajer dari Italia. Pemiliknya dari Italia, saya tidak mengerti apa yang terjadi namun itulah sepakbola.”

“Setelah memenangkan liga bersama Leicester saya harus memutuskan dengan sangat teliti mengenai pekerjaan berikutnya. Saya adalah manajer Eropa dan saya punya agen di Spanyol, di Prancis, di Italia dan Inggris, jadi saya sekarang ini memilih yang kira-kira sesuai.”

“Bagi saya proyek yang tepat adalah penting. Jelaskan semuanya dengan gamblang dan kemudian penting bagi saya untuk menghubungkan itu dan mengerahkan 100 persen. Kami harus bersama-sama dalam segala hal. Saya akan mengerahkan 100 persen kemampuan saya.” kata mantan manajer Leicester City itu di acara Goals on Sunday di Sky Sports.