Jelang Final Liga Champions, Allegri Alami Cedera

Untungnya, sebagaimana dikonfirmasi sang manajer, cedera otot yang dia alami tidak terlampau serius, sehingga tidak akan mengganggu nasibnya di final Liga Champions nanti.

Jelang Final Liga Champions, Allegri Alami Cedera

Partai final Liga Champions Eropa akan berlangsung akhir pekan ini, Minggu dinihari WIB (04/06). Nah, jelang partai pamungkas yang berlangsung di Cardiff tersebut, ada kabar yang mencemaskan para tifosi klub terkait dengan cedera. Tapi uniknya, cedera bukan dialami salah seorang pemain Bianconneri, melainkan sang manajer, Massimiliano Allegri.

Sebagaimana diketahui, Juventus tidak lagi memiliki pertandingan untuk dimainkan setelah kemenangan atas Crotone di Giornata pamungkas Serie A Italia akhir pekan kemarin. Jadwal kosong ini dimanfaatkan Bianconneri untuk melakukan sesi latihan Intens, tapi tetap menjaga kebugaran fisik para pemain utama andalannya yang akan bermain di partai final nanti.

Memang, tidak ada kabar cedera yang menimpa salah seorang pemain Bianconneri sejauh ini, namun di lain sisi justru pelatih Massimiliano Allegri yang dikabarkan mengalami cedera. Cedera tersebut menimpa sang Allenatore saat menghadiri acara olahraga bertajuk La Partita del Cuore. Ia meninggalkan lapangan sambil memegangi paha kanan.

Allegri sendiri kemudian membenarkan kabar ini, tapi dia bisa memastikan bahwa cedera tersebut tidak serius, hanya faktor usia saja.

“Apakah ini cuma candaan? Tentu saja tidak, saya sedang bersenang-senang dan kemudian cedera, untungnya hanya otot. Anda bisa berusaha menantang semuanya, kecuali usia!” Kata eks pelatih AC Milan ini kepada reporter.

Allegri sendiri memang merupakan mantan pemain sepakbola, dimana saat masih aktif dulu dia bermain sebagai seorang gelandang, dan pernah membela Pescara, Cagliari, Perugia dan Napoli.

Kejeniusannya dalam meramu taktik adalah salah satu kunci keberhasilan Juventus dalam tiga musim terakhir, yang mencicipi dua partai final Liga Champions Eropa, merengkuh tiga scudetto beruntun dan coppa italia dalam jumlah yang sama.

Donnarumma Sudah Jatuh Cinta dengan AC Milan

Dikatakan Sang Allenatore, bahwa kiper muda Italia itu telah menjelma menjadi salah satu pilar penting AC Milan, namun situasinya saat ini memang berbeda, menyusul kegemilangan Donnarumma yang membuat sejumlah pihak semakin tertarik.

Donnarumma Sudah Jatuh Cinta dengan AC Milan

Pelatih AC milan, Vincenzo Montella, sama sekali tidak mencemaskan situasi kiper andalannya, Gianluigi Donnarumma yang belakangan ini diyakini bakal menimbang opsi hengkang. Eks pelatih Fiorentina yakin, kiper berusia 18 tahun tersebut sudah terlanjur jatuh cinte kepada Rossoneri,

Sebagaimana diketahui, semenjak kemunculannya di tim utama AC Milan pada tahun 2015 lalu, di usia 16 tahun, Donnarumma memang sudah menarik perhatian banyak raksasa Eropa. Sang pemain kemudian tampil gemilang dan menjadi andalan utama Rossoneri sejak tahun 2016 lalu kemudian juga menjadi kiper kedua setelah buffon di Tim Nasional Italia. Pantas saja, dia semakin diminati raksasa-raksasa Eropa.

Para Peminat Donnarumma dipercaya akan mulai bergerak mendekati sang pemain pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Sedangkan, Donnarumma sendiri belum juga menegaskan dimana dia akan berkarir musim depan, bahkan agen transfernya, Mino Raiola, mengungkap bahwa kliennya tetap menimbang segala opsi pada bursa transfer musim panas ini.

Terlepas dari pernyataan sang Agen, Pelatih Milan, Vincenzo Montella, berujar bahwa Donnarumma tidak akan segan bertahan di San Siro, itu karena kecintaanya pada klub.

“Ia adalah anak muda yang jatuh cinta pada Milan, Anda bisa melihatnya sendiri, Setelah itu, ada beberapa situasi yang berbeda. Donnarumma sudah menjadi pemain penting untuk Milan. Sudah pasti, ia merupakan pilar utama tim ini,” ungkap Montella pada Premium Sport.

Sebagai informasi, saat ini Kontrak Donnarumma hanya bertahan sampai Musim panas tahun 2018 mendatang, sehingga tak heran, spekulasi masa depannya kian mengemuka. Untuk mendesaknya, Milan diklaim sempat mengultimatum – mengancam bakal mencadangkan sang kiper musim depan jika tak meneken kontrak segera sebelum tanggal 30 Juni mendatang.

Skuat MU Saat Ini tak Akan Mampu Juarai Liga Champions

Menurut Legenda United, Rio Ferdinand, tidak satupun orang dalam ruang ganti eks klubnya yang merasa yakin bisa memenangi trofi liga Champions Eropa musim depan. Bahkan, dengan melihat bagaimana mereka bermain musim ini, Ferdinand tidak yakin skuat Mourinho cukup kompetitif musim depan.

Skuat MU Saat Ini tak Akan Mampu Juarai Liga Champions

Manchester united musim ini memang berhasil memenangi dua trofi bergengsi, Piala Liga Inggris dan Liga Europa. Tapi, jika berjuang dengan komposisi skuat yang sama pada kampanye musim depan, legenda klub, Rio Ferdinand, tak yakin tim arahan Jose mourinho bisa bersaing ketat dalam perburuan titel liga Champions Eropa.

Setelah gagal finish di empat besar klasemen liga primer inggris, tim besutan jose Mourinho tersebut tetap berhak atas tiket ke ajang liga champions Eropa musim depan berkat keberhasilan mereka menyabet trofi juara liga Europa. Sedangkan di kompetisi domestik sendiri, United memanngi trofi Piala Liga setelah mengalahkan southampton pada partai final.

Pelatih Jose Mourinho sendiri cukup puas dengan performa tim asuhannya musim ini, Ferdinand merasa United butuh perombakan demi bisa menjadi penantang di kompetisi terakbar klub-klub Eropa musim depan, dan ia pun yakin skuat yang ada sekarang juga menyadarinya.

“Saya tidak merasa ada satu orang pun di ruang ganti Manchester United yang akan menyatakan bahwa mereka bisa memenangkan Liga Champions dengan tim yang ada saat ini dan gaya bermain mereka musim ini, Saya sendiri juga tidak yakin.” demikian Ferdinand dikutip dari Sport Review.

Menurut sejumlah media Inggris, Manchester United diyakini akan kembali belanja besar pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Pelatih jose Mourinho sendiri dipercaya telah memberikan daftar pemain yang dia inginkan kepada Chairman klub, Ed Woodward. Dalam daftar tersebut, diyakini nama-nama besar seperti Antoine Griezmann, Aubameyang, Giorgio Chiellini dan bebrapa nama lagi ada di dalamnya.

Michael Carrick Resmi Tambah Kontrak di Manchester United

Sempat ada indikasi bahwa musim ini akan jadi musim terakhir Carrick sebagai pemain Manchester United, namun hal tersebut dipastikan tidak benar. Manajer Jose Mourinho sendiri turut senang dengan perpanjangan kontrak anyar ini.

Michael Carrick Resmi Tambah Kontrak di Manchester United

Gelandang gaek inggris, Michael Carrick resmi menambah kontraknya di Manchester united untuk satu tahun ke depan. Artinya, pemain berusia 35 tahun tersebut bakal menjalani musim ke-12 sebagai pemain Setan Merah sejak didatangkan klub pada tahun 2005 silam.

Sebenarnya, Michael Carrick ini memiliki nasib yang kurang lebih sama dengan wayne Rooney yang jarang bermain sejak musim 2016/17 ini bergulir. Akan tetapi, setelah pergantian tahun, Carrick mulai mendapatkan jatahnya bermain secara reguler. Pemain Inggris ini juga turut berperan besar atas sukses United dalam memenangkan dua trofi, Piala Liga dan Liga Europa musim ini.

Awalnya, musim ini dipercaya menjadi musim terakhir Carrick sebagai pemain Manchester United, sebagaimana klub telah mempersiapkan laga testimonial untuk sang legenda pada tanggal 4 juni mendatang. Namun, ternyata kabar tersebut dipastikan tidak benar, mengingat pihak Manchester united telah menambah kontrak sang pemain untuk satu tahun ke depan.

Setelah resmi membubuhkan tanda tangan dalam kontrak barunya, Carrick sendiri mengaku sangat senang, dan dia tak sabar untuk menjalani partai testimonialnya pada 4 Juni mendatang.

“Saya sangat senang karena petulangan saya bersama klub ini terus berlanjut. Fokus saya saat ini adalah menjalani laga testimonial saya pada Minggu pekan depan. Ini akan menjadi momen membanggakan bagi saya dan keluarga saya. Sebuah laga sempurna untuk mengakhiri musim yang hebat ini,” kata Carrick selepas menandatangani kontrak baru, Sabtu (27/5).

Tak Hanya Carrick, pelatih jose Mourinho juga mengaku senang atas kontrak baru gelandang kondang tersebut.

“Saya menikmati bekerja sama dengan Michael dalam semusim ini. Dia bukan hanya pesepakbola top, tetapi juga pribadi fantastis yang menjadi teladan bagi para pemain muda di tim ini,” kata Mourinho.

Lucas Biglia Bicara Soal Masa Depannya di Lazio

Sang Kapten mengaku sedikit kebingungan soal masa depannya, apakah dia akan bertahan di Ibu Kota atau memilih berlabuh ke klub lain. Tapi yang jelas, gelandang Internasional Argentina ini mengakui bahwa pembicaraan mengenai masa depan dan kontrak barunya akan segera dilakukan.

Lucas Biglia Bicara Soal Masa Depannya di Lazio

Lazio mendapatkan isyarat untuk menyematkan kenaikan gaji dalam kontrak baru kapten andalan mereka, Lucas Biglia. Pasalnya, dalam pernyataan terbarunya menyoal masa depan, gelandang Internasional Argentina ini mengaku masih belum mengambil keputusan, apakah dia akan bertahan atau mencoba tantangan baru bersama klub lain.

Gelandang kelahiran Argentina berusia 31 tahun itu memang beberapa kali dispekulasikan hendak meninggalkan klub ibu kota, demi merasaka pengalaman baru. Sedangkan saat ini, kontraknya hanya tersisa satu musim lagi, jadi wajar jika spekulasi tersebut semakin mengemukan di media-media Italia.

Beberapa klub dipercaya akan berusaha mendapatkan servis sang pemain, dan beberapa diantaranya adalah klub Liga Primer inggris, termasuk Chelsea. Pelatih Antonio Conte dianggap memang tertarik dengan jasa pemain berusia 31 tahun itu sejak masih menangani Juventus. Tapi, ketika Conte masih bekerja di Turin, tidak ada kesempatan bagi Bianconneri untuk mewujudkan transfer ini.

Sehingga tak heran jika dia kemudian dikaitkan dengan Chelsea seiring dengan Conte yang bekerja sebagai pelatih kampiun liga primer Inggris tersebut. Belum lagi melihat fakta bahwa Biglia hanya memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya sekarang ini bersama Lazio.

Biglia sendiri mengatakan bahwa kontrak baru baru akan diperbincangkan dengan pihak klub begitu kampanye musim 2016/17 ini benar-benar telah berakhir.

“Saya pun bingung, apakah akan bertahan di Lazio atau hengkang, Saya tidak akan terburu-buru. Sebagaimana saya dan Lazio akan membicarakan kontrak baru ketika musim ini sudah selesai,” Demikian ujar gelandang berusia 31 tahun tersebut kepada jurnalis

Pablo Zabaleta Resmi gabung West Ham United

Bek kanan asal Argentina itu mengaku sangat bahagia karena The Hammers telah mengizinkan dirinya untuk tetap bermain di ajang Liga primer Inggris. Diakui juga oleh Zabaleta bahwa karirnya di Manchester City benar-benar telah berakhir, namun dia tetap bangga.

Pablo Zabaleta Resmi gabung West Ham United

Tidak butuh waktu lama bagi Pablo Zabaleta untuk menyandang status sebagai ‘pengangguran’ , hanya beberapa hari saja berselang usai mengakhiri statusnya sebagai pemain Manchester City, pemain Internasional Argentina tersebut sudah mendapatkan klub baru. Ya, pemain berusia 32 tahun tersebut baru saja resmi bergabung dengan West Ham united.

Sebagaimana diketahui, Zabaleta memang telah mengambil keputusan penting dalam karirnya saat dikonfirmasi akan meninggalkan Manchester city beberapa hari yang lalu, tepatnya pada partai terakhir Liga primer yang dimainkan Citizen arahan Pep Guardiola. Bek kanan berusia 32 tahun telah memutuskan untuk pergi dari Etihad Stadium, menyudahi perjalanan karirnya selama sembilan tahun sebagai penggawa Citizen.

Seiring dengan keputusan ini, banyak sekali rumor yang beredar di media-media inggris tentang klub tujuan Zabaleta musim depan. Tapi tak lama berselang, Zabaleta akhirnya mengambil keputusan dengan menerima pinangan dari klub london, West Ham United. Ya, sang pemain resmi direkrut oleh The Hammers dengan ikatan kontrak selama dua tahun ke depan.

Zabalet sendiri mnegaku senang atas tercapainya kesepakatan ini dan berharap bisa banyak membantu West Ham United musim depan.

“Saya berharap saya bisa memberikan momen-momen bagus. Saya ingin menikmati karier di klub baru ini. Terkadang tantangan baru dibutuhkan bagi seorang pemain. Saya merasa karier saya di City telah selesai. Sembilan tahun yang fanstastis, brilian. Sebagai pemain, saya juga ingin tetap bermain di Liga Primer dan saya siap untuk melakukannya,” kata bek kanan asal Argentina itu.

Zabaleta hanyalah satu dari lima pemain yang dipastikan pergi dari Etihad pada musim panas ini, empat yang lainnya adalah Bacary Sagna, Jesus Navas, Willy Caballero, dan Gael Clichy.

Lagi, Rooney dicoret Dari Skuat timnas Inggris

Pelatih Gareth Southgate memilih untuk tidak memasukkan nama sang kapten dalam skuat terbarunya, padahal pertandingan yang menanti The Three lions terbilang cukup penting, diantaranya lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan laga ujicoba kontra Prancis.

Lagi, Rooney dicoret Dari Skuat timnas Inggris

Pada awal bulan juni mendatang, Tim Nasional Inggris akan memainkan sejumlah pertandingan jeda Internasional yang terbilang cukup penting. Karenanya, the Three lions akhirnya memanggil 25 nama pemain yang akan mereka berangkatkan untuk laga-laga tersebut. Yang jadi sorotan utama adalah tidak dipanggilnya kembali kapten sekaligus penyerang United, Wayne Rooney.

Sebagaimana diketahui, Wayne Rooney memang telah menjabat sebagai kapten Timnas Inggris sejak Piala Euro 2016 kemarin, namun status tersbut tak lantas mewajibkan pelatih gareth Southgate untuk menyertakan bintang Manchester United itu dalam skuat arahannya. Terbukti, sejak Piala euro 2016 kemarin berakhir, ini adalah kali kedua Rooney dicoret dari skuat Timnas Inggris.

Disinyalir, alasannya adalah karena yang bersangkutan jarang bermain secara reguler bersama dengan United musim ini.

Skuat Inggris:

Kiper: Jack Butland (Stoke City), Fraser Forster (Southampton), Joe Hart (Manchester City), Tom Heaton (Burnley).

Bek: Ryan Bertrand (Southampton), Gary Cahill (Chelsea), Nathaniel Clyne (Liverpool), Aaron Cresswell (West Ham), Ben Gibson (Middlesbrough), Phil Jones (Manchester United), Chris Smalling (Manchester United), John Stones (Manchester City), Kieran Trippier (Tottenham), Kyle Walker (Tottenham).

Gelandang: Dele Alli (Tottenham), Eric Dier (Tottenham), Adam Lallana (Liverpool), Jesse Lingard (Manchester United), Jake Livermore (West Brom), Alex Oxlade-Chamberlain (Arsenal), Raheem Sterling (Manchester City).

Penyerang: Jermain Defoe (Sunderland), Harry Kane (Tottenham), Marcus Rashford (Manchester United), Jamie Vardy (Leicester City).

Real Madrid Dinilai takut Berhadapan Dengan Juventus

Hal itu dituturkan oleh salah seorang mantan pelatih Real Madrid dan Juventus, Fabio Capello. Dia sempat mendapatkan pertanyaan dari jajaran direktur Los Blancos terkait dengan lini pertahanan Juventus yang sulit dijebol. Capello sendiri yakin, partai nanti akan berlangsung berimbang.

Real Madrid Dinilai takut Berhadapan Dengan Juventus

Real Madrid dipastikan akan berhadapan dengan Juventus dalam partai final Liga Champions Eropa musim 2016/17 ini. Sebagai juara bertahan, Real Madrid di atas kertas lebih diunggulkan, namun belum lama ini muncul anggapan yang mengklaim bahwa kampiun La liga spanyol tersebut justru merasa takut berhadapan dengan tim arahan Massimiliano Allegri.

Sebagaimana diketahui, Juventus berhasil melangkah ke babak final Liga Champions Eropa musim ini setelah sebelumnya menyingkirkan tiga tim kuat, antara lain FC Porto , Barcelona dan AS Monaco di babak gugur. Sedangkan Real madrid dalam perjalanannya ke Final mengalahkan Napoli, Bayern Munchen dan terakhir Atletico Madrid.

Real Madrid di atas kertas lebih diunggulkan menang pada pertandingan final nanti, terlebih dari segi skuat kedua tim. Namun, Eks Pelatih Juve dan Madrid, Fabio Capello menilai bahwa Real Madrid justru merasa takut karena harus berhadapan dengan Juventus.

“Para direktur Real Madrid takut pada Juventus, Mereka bertanya kepada saya mengapa lini pertahanan Masimilliano Allegri sulit di bobol. Saya katakan pada mereka bahwa ini akan menjadi sebuah final yang seimbang, mungkin Madrid punya keunggulan di lini serang mereka,” kata Capello dalam sebuah wawancara kepada Fox Sport.

Pada laga nanti, Capello memprediksi bahwa Madrid masih akan sangat bergantung pada sosok Cristiano Ronaldo. Menurut mantan pelatih Real Madrid, sosok pemain asal Portugal tidak dipungkiri lagi masih menjadi faktor paling penting bagi timnya.

Adapun pertandingan tersebut sendiri akan berlangsung di Cardiff Stadium, Wales, pada Minggu dinihari mendatang, 4 Juni 2017.

Serie A Italia Harus Terbiasa Dengan Pemilik Asing

Pendapat itu datang dari salah seorang legenda AC Milan, Genaro Gattuso. Menurutnya, selama para investor asing datang dan membantu klub-klub Italia bisa lebih bersaing di Eropa, maka hal tersebut harus sangat diterima dengan tangan terbuka, dan Serie A juga harus terbiasa.

Serie A Italia Harus Terbiasa Dengan Pemilik Asing

Serie A Italia, dalam dua musim terakhir mulai didatangi sederet investor asing yang mengambil alih saham mayoritas dari sejumlah klub disana. Mengenai hal ini, Serie A Italia dinilai harus mulai terbiasa dengan kedatangan para investor dari luar Negeri.

Seperti diketahui, AS Roma yang belakangan secara konsisten finish sebagai runner up Serie A Italia telah diambil alih kepemilikannya oleh seorang investor asal Amerika Serikat. AC Milan juga belum lama sudah resmi dijual ke kelompok Investor asal tiongkok, menyusul rival sekotanya, Inter Milan yang lebih dulu telah menjalani kerja sama dengan Suning Group.

Kehadiran para Investor asing ini dipercaya akan menjadi kekuatan baru bagi sejumlah klub Italia, terutama dalam aktifitas mereka di bursa transfer untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Dan jika memang, kehadiran mereka itu tidak lain untuk meningkatkan kualitas klub-klub Italia dan menaikkan derajat Serie A itu sendiri, Legenda Milan, Genaro Gattuso, meminta agar kompetisi dan elemen-elemen di dalamnya terbiasa dengan kehadiran para investor asing.

“Ini adalah sebuah realita bahwa kami semua harus terbisa dengan mereka. Jika ini jadi satu-satunya cara untuk mengembalikan sepakbola kami ke level tertinggi di Eropa, saya senang dengan orang-orang Tiongkok, Kanada dan siapa pun yang datang untuk berinvestasi kepada klub-klub kami.” ujar Gattuso kepada Corriere di Bologna .

Lebih lanjut, Gattuso juga beranggapan bahwa klub-klub Italia harus mengikuti apa yang dilakukan Juventus selama ini, yang berhasil mendominasi Serie A selam enam musim terakhir secara beruntun.

“Hal terpenting adalah mengikuti jalur yang tepat. Itu diperlukan semacam passion , perencanaan dan organisasi. Apa yang Juve telah kerjakan patut diteladani sebagaimana mengikuti injil,” Tandasnya.

Ranieri mengaku Belum dihubungi Watford

Manajer asal Italia itu mengaku tidak paham mengapa Mazzarri sampai dipecat dari jabatannya sebagai manajer klub, pada watford sendiri dimiliki oleh orang asal Italia, dan pencapaian klub musim ini juga tidak terlalu buruk. Tapi terlepas dari itu, Ranieri juga mengaku tidak akan memberitahu jika memang dia akhirnya ditunjuk.

Ranieri mengaku Belum dihubungi Watford

Claudio Ranieri, mantan pelatih Leicester city ini mengaku sama sekali belum dihubungi oleh pihak Watford terkait dengan kemungkinan menukangi tim utama klub Liga Primer Inggris tersebut musim depan. Sebagaimana diketahui, Ranieri memang dianggap sebagai salah satu manajer yang paling berpotensi menjadi suksesor Walter Mazzarri Watford musim depan.

Ini juga tak terlepas dari prestasi yang dicatatkan manajer asal Italia saat membesut leicester City dan membawa klub tersebut menjuarai Liga Primer Inggris. Namun, Ranieri sendiri kepada Sky Sports mengaku bahwa dia belum dihubungi pihak watford sejauh ini, dan berbicara sedikit mengenai pemecatan mazzarri.

Mantan juru taktik AS Monaco juga mengatakan, dia akan sangat cermat dalam memilih klub baru yang akan dia tangani musim depan, karena berkaca dari pengalaman yang ia dapatkan saat masih menangani Leicester city. Seperti diketahui, Ranieri memang menerima perlakuan yang kurang mengenakkan dari the Foxes, dimana dirinya dipecat hanya selang semusim setelah membawa klub tersebut menjuarai Premier League pertama dalam sejarah mereka.

“Tidak [saya belum dihubungi Watford], namun jika iya, saya tidak akan bilang kepada Anda, Saya sangat terkejut [dengan pemberhentian] Mazzarri karena dia itu manajer dari Italia. Pemiliknya dari Italia, saya tidak mengerti apa yang terjadi namun itulah sepakbola.”

“Setelah memenangkan liga bersama Leicester saya harus memutuskan dengan sangat teliti mengenai pekerjaan berikutnya. Saya adalah manajer Eropa dan saya punya agen di Spanyol, di Prancis, di Italia dan Inggris, jadi saya sekarang ini memilih yang kira-kira sesuai.”

“Bagi saya proyek yang tepat adalah penting. Jelaskan semuanya dengan gamblang dan kemudian penting bagi saya untuk menghubungkan itu dan mengerahkan 100 persen. Kami harus bersama-sama dalam segala hal. Saya akan mengerahkan 100 persen kemampuan saya.” kata mantan manajer Leicester City itu di acara Goals on Sunday di Sky Sports.